• Tentang Kami
  • Layanan
  • Artikel
  • Event
  • Promosi
  • Lab Medis
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • LAYANAN
  • ARTIKEL
  • EVENT
  • PROMOSI
  • Lab Medis
  • Login
  •   EN | ID
Welcome,
Doctors!
Forget Password
 
FOLLOW      
Welcome,
Clients!
Forget Password
 
FOLLOW      
Sign Up Now!
Already have an account? Login here
Dengan mendaftar, saya menyetujui Syarat dan Ketentuan serta Kebijakan Privasi
FOLLOW      
Saya seorang Dokter
Klik di sini untuk informasi produk profesional medis
Saya seorang Konsumen
Klik di sini untuk informasi produk Cordlife
Promo
Manfaat Menyimpan Darah Tali Pusat Bayi
29 Dec 2022
Ibu hamil trimester ketiga simpan darah tali pusat

Darah tali pusat bayi masih menjadi bagian yang sering terlupakan saat proses persalinan. Tidak banyak Ibu yang menyadari pentingnya darah tali pusat si Kecil, khususnya untuk kesehatan keluarga di kemudian hari. Apakah Anda salah satunya yang sudah menyadari pentingnya menyimpan darah tali pusat bayi? Jika belum, yuk ketahui lebih lanjut mengenai manfaat menyimpan darah tali pusat bayi melalui penjelasan di bawah ini.

 

Darah Tali Pusat untuk Apa?
Darah tali pusat bayi kaya akan sumber sel punca (sel induk darah atau stem cell). Sel punca diibaratkan blok bangunan dalam darah dan sistem kekebalan tubuh kita. Sel punca terbukti memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi jenis sel lain, sehingga dapat membantu memperbaiki jaringan, organ, dan pembuluh darah, serta dapat digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit berat dan serius.

Selain pada tali pusat bayi, sel punca juga dapat kita temukan di sumsum tulang, embrio manusia, jaringan janin, folikel rambut, gigi bayi, lemak, sirkulasi darah, dan otot. Menariknya meskipun setiap bagian dari tubuh manusia mengandung banyak sel punca, tetapi kebanyakan bukan sumber yang cukup kaya untuk bisa digunakan dalam pengobatan.

Pada pasien leukemia misalnya, pengobatan melalui kemoterapi sering diandalkan sebagai proses pengobatan untuk membunuh sel kanker sehingga tubuh dapat kembali memproduksi sel darah dengan normal. Setelah melalui seluruh rangkaian pengobatan dengan kemoterapi, pasien akan mengalami masa remisi, yakni pasien harus melakukan kontrol ke dokter secara teratur dan menerapkan pola gaya hidup sehat baik melalui makanan maupun olahraga. 

 

Transplantasi Darah Tali Pusat
Jika pada akhirnya pengobatan dinyatakan gagal atau penyakit kembali muncul, biasanya dokter akan melakukan transplantasi sel punca sebagai pilihan pengobatan yang paling tepat. Transfusi sel punca dari sumsum tulang, darah tepi, atau darah tali pusat dari donor sehat, membantu meregenerasi sel darah baru dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang dapat memberi kesempatan lebih baik kepada pasien untuk pulih dari sakitnya.

Namun, tidak seperti sel punca di dalam sumsum tulang atau darah tepi, sel punca di dalam darah tali pusat belum matang dan belum tahu cara menyerang zat asing. Sehingga lebih mudah untuk mencocokkan pasien transplantasi dengan darah tali pusat dibandingkan sumber sel punca lain, sebab kecil kemungkinan sel punca darah tali pusat menolak transfusi.

Hal tersebut membuat darah tali pusat menjadi sumber daya yang berharga bagi etnis minoritas, atau yang kesulitan menemukan kecocokan donor sel punca dari sumsum tulang. Pada 2016, sekitar 28% pasien Hispanik dan 33% pasien Afrika Amerika menjalani transplantasi sel punca dari darah tali pusat.

Saat ini semakin banyak orang dewasa yang menerima transplantasi darah tali pusat, kadang pasien butuh dua donor darah tali pusat jika satu donor belum mengandung cukup banyak sel punca yang dbutuhkan. Setiap tahunnya ada lebih dari 2.000 transplantasi sel punca darah tali pusat yang dilakukan di seluruh wilayah di dunia.

 

Manfaat Menyimpan Darah Tali Pusat di Cordlife

Cordlife merupakan satu-satunya bank darah tali pusat di Indonesia yang sudah mendapatkan sertifikasi internasional yaitu AABB. Jadi, tidak diragukan lagi keamanan dan kualitasnya. Sejak 2003, Cordlife telah membuka laboratoriumnya di Indonesia. Hal ini menjawab kekhawatiran para orang tua yang akan menyimpan darah tali pusat anaknya, khususnya kekhawatiran mengenai biaya penyimpanan darah tali pusat yang sangat mahal. Selain alat dan prosesdur penyimpanan, hal lain yang membuat simpan darah tali pusat menjadi mahal adalah adanya biaya pengiriman. Namun, karena Cordlife memiliki laboratorium bersertifikat internasional di Indonesia, harga penyimpanan tidak semahal yang para orang tua pikirkan.

Berikut ini adalah manfaat lainnya dari menyimpan darah tali pusat di Cordlife:   

• Garansi kecocokan bagi transplantasi secara Autologus (donor dan resipien adalah orang yang sama).

• Penyimpanan Sel Punca Hematopetic yang langsung tesedia.

• Resiko Gravt Vs Host Disease (GvHD) yang Rendah bagi transplantasi Autologus.

• Pengambilan sampel yang mudah, tidak menyakitkan dan bebas resiko bagi ibu dan bayi.

• Sel darah tali pusat lebih muda dan lebih primitive.

• Terdapat 1 dari 217 kemungkinan penggunaan sel punca untuk pengobatan seumur hidup.

 


Penulis: tim Marketing Cordlife Indonesia

Sumber:
Miles, Karen. 2019. “Cord Blood Banking: What It is, Why Consider It.” BabyCenter, 3 April 2019.

More News
29 Dec 2022
Harga NIPT Test Mahal, Apakah Skrining Ini Penting?
Read more
29 Dec 2022
Kelainan Metabolik Bawaan Pada Bayi
Read more
See all News
Jalan Bungur Besar Raya No. 23, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, 10610 Indonesia
  (+62) 21-8086-4674
  (+62) 21-8086-4675
ABOUT
About Cordlife
News & Events
Terms & Conditions
Privacy Policy
I'M A DOCTOR
In Vitro Fertilization
Pregnancy & Maternity
Pedritician
Genetic Testing
Partnership
I'M NOT A DOCTOR
Cordlife Client
Become Cordlife Client
Lab Test
Our Store
Follow Us :        

Copyright 2022